Perbedaan,Jenis,Prinsip Serta Masalah pada Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah

30 Agustus 2020 - Eko Wahyu Adhi

Hello Audiens. Pajak merupakan salah satu bentuk kontibusi masyarakat bagi negara dalam pengembang suatu negara. Pajak ini bersifat memaksa bagi siapapun yang memiliki kewajiban membayar pajak tanpa mengharapkan imbalan apapun itu.

Dalam mengelola negara pajak sangat memiliki kontribusi besar. Dimana penghasilan negara yang paling besar berasal dari pembayaran pajak.

Beberapa masyarakat masih merasa bingung dengan perbedaan pajak secara umum dengan pajak daerah dan retribusi daerah. Dalam pembahasan kali ini kita akan mempelajari perbedaan-perbedaan yang ada pada pajak daerah dan retribusi daerah.

Perbedaan pajak daerah dan retribusi daerah

Dasar Hukum : UU No 28. Tahun 2009 tentang pajak daerah dan Retribusi pajak daerah.

Pajak Daerah
Pajak daerah adalah kontribusi wajib kepada daerah yang terutang oleh orang pribadi atau atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk kepentingan daerah.

Retribusi Daerah
Retribusi daerah adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu khusus di sediakan dan/atau di berikan oleh pemda untuk kepentingan orang pribadi atau badan.

Prinsip pajak daerah dan retribusi daerah

Equity / Keadilan
Adanya keseimbangan atas kemampuan membayar wajib pajak sehinga tidak ada deskriminasi. Siapapun berhak di kenakan pajak daerah.

Certainly / Kepastian
Prinsip ini mengatur bahwa pajak daerah itu bersifat pasti tidak ada yang tidak pasti karena terdapat hukum yang mengaturnya mulai dari tarif hingga tata caranya. Pemerintah pasti memungut pajak atas sesuatu yang digunakan oleh masyarakat.

Convinience / Kemudahan
Dalam memenuhi kewajiban perpajakan merupakan prioritas pemerintah sehingga masyrakat mendapatkan kemudahan dalam membayar pajak dengan itu saat ini kemudahan itu di fasilitasi dengan pembayaran pajak berbasis digital.

Eficiency / Efisien
Maksud dari prinsip ini adalah jumlah biaya yang di keluarkan dalam melaksanakan pemungutan-pemungutan pajak tidak boleh lebih besar dan harus sesuai.

Jenis-Jenis pajak daerah dan retribusi daerah

1. Pajak Provinsi

  • Pajak kendaraan bermotor.
  • Bea balik nama kendaraan bermotor.
  • Pajak bahan bakar kendaraan bermotor.
  • Pajak air permukaan.
  • Pajak rokok.
  • 2. Pajak Kabupaten / Kota.

  • Pajak Hotel.
  • Pajak Restoran.
  • Pajak Hiburan.
  • Pajak Reklame.
  • Pajak Penerangan Jalan.
  • Pajak mineral bukan logam dan batuan.
  • Pajak Parkir.
  • Pajak Air Tanah.
  • Pajak sarang burung wallet.
  • PBB P2.
  • BPHTB.
  • Retribusi Daerah

  • Retribusi Jasa Umum.
  • Retribusi Jasa Usaha.
  • Retribusi Perizinan Khusus.
  • Masalah dalam pajak daerah dan retribusi daerah.

    1. Tingkat rata-rata penerimaan pajak rendah.
    2. Data dasar pengenaan pajak selalu tidak akurat.
    3. Dorongan atas pengaruh negatif dari masyarakat.
    4. Perluasan Objek Pajak.
    5. Kebijakan pemerintah tentang pajak yang sangat timpang.
    6. Tidak jelasnya reward and punisment yang di berikan.

    Mencari potensi pajak daerah dan retribusi daerah.

    Insentifikasi.
    Mengefektifkan pemungutan pajak atau retribusi daerah mengefesiensikan cara pemungutan pada objek pajak atau subjek pajak yang sudah ada misalnya dengan melakukan penyuluhan, meningkatkan pengawasan dan yang lainnya.

    Ekstensifikasi.
    Melakukan usaha-usaha untuk melakukan PAD misalnya dengan cara menjaring wajib pajak baru melalui pendataan atau pendaftaran dan menggali potensi pajak baru.


    KOMENTAR

    Jika komentar berisi kata - kata negatif maka tidak akan di tampilkan.