Cara Uji Parametrik Independent Sampel T Test

29 Januari 2021 - Eko Wahyu Adhi

Hello Audiens. Spss merupakan salah satu software diantara banyaknya software yang cukup populer diberbagai kalangan masyarakat yang biasanya digunakan dalam menganalisis data untuk tujuan penelitian.

Uji Parametrik Independent Sampel T Test merupakan sebuah metode pengujian dengan tujuan untuk membuat perbandingan serta mengetahui nilai rata-rata diantara 2 sampel yang tidak saling berhubungan.

Sebagai Catatan, Jika data yang kamu miliki saat ini tidak berdistribusi normal sebaiknya data tersebut diuji dengan menggunakan metode pengujian Non-Parametrik, Namun jika data yang kamu miliki saat ini telah berdistribusi normal maka data tersebut layak digunakan untuk pengujian Parametrik.

1. Berikut adalah data yang saya miliki, Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa terdapat 2 kelas dimana masing-masing kelas tersebut memiliki nilai yang berbeda-beda.


2. Buka software Spss yang kini telah terinstall, Selanjutnya beralih ke Variable View.


3. Kemudian ikuti sesuai dengan area yang sudah di tandai dari gambar yang tertera dibawah, Lalu klik icon Lainnya pada kolom Values.


4. Usai mengklik icon Lainnya pada kolom Values, Akan muncul sebuah kotak dialog seperti gambar yang tertera dibawah.


5. Sesuaikan dengan data kategori yang kamu miliki saat ini, Jika kamu menggunakan data yang sama seperti pada pembahasan kali ini kamu cukup mengikuti sesuai dengan gambar yang tertera dibawah.


6. Beralih ke Data View pada software Spss, Lalu salin seluruh data yang sudah di miliki sebelumnya kemudian pilih tab Analyze.


7. Pilih Compare Means lalu Independent-Samples T Test.


8. Pindahkan variabel Hasil Belajar Matematika pada kolom Test Variable List lalu pindahkan variabel kategori (Kelas) pada kolom Grouping Variable selanjutnya klik Define Range.


9. Isi angka 1 pada Group 1 selanjutnya lakukan hal serupa dengan mengisi angka 2 pada Group 2.


10. Lalu klik Ok.


11. Berikut adalah output dari beberapa langkah yang sudah di jalankan sebelumnya.


DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Ho = Tidak terdapat perbedaan antara Nilai Kelas A terhadap Nilai Kelas B.
Ha = Terdapat perbedaan antara Niilai Kelas A terhadap Nilai Kelas B.

Jika nilai Sig T Hitung > 0.05, Maka dapat dinyatakan bahwa Ho diterima.
Jika nilai Sig T Hitung < 0.05, Maka dapat dinyatakan bahwa Ho ditolak.

Sebelum membuat keputusan terhadap Sig T Hitung, Kita perlu memperhatikan nilai Sig pada F Hitung. Jika nilai F Hitung > 0.05 maka kita perlu menggunakan nilai Sig T Hitung pada deret kolom Equal Variances Assumed.

Namun apabila nilai Sig F Hitung < 0.05, Maka sebaiknya untuk menggunakan nilai Sig T Hitung pada kolom Equal Variances Not Assumed.

Berdasarkan hasil output dari data diatas diketahui bahwa nilai F Hitung > 0.05 dan nilai T Hitung sebesar .000 < 0.05, Maka dapat dinyatakan bahwa Ho ditolak sehingga terdapat perbedaan antara nilai siswa Kelas A dengan nilai siswa Kelas B.


Perbedaan tersebut dapat diketahui pada kolom Mean Group Statistics, Dimana nilai rata-rata yang di dapat oleh Kelas A sebesar 68.23 dan untuk Kelas B sebesar 85.55.

Jika kamu mengalami kendala saat mengikuti instruksi yang sudah di jelaskan diatas, Kamu bisa memberikan pertanyaan pada kolom komentar. Kami akan berupaya membantu untuk mengatasi masalah yang kamu hadapi saat ini.


KOMENTAR

Jika komentar berisi kata - kata negatif maka tidak akan di tampilkan.