Cara Membuat F Table Di SPSS Disertai Gambar Lengkap

14 Februari 2021 - Eko Wahyu Adhi

Hello Audiens. SPSS merupakan salah satu software yang seringkali digunakan untuk menganalisis sebuah data dari beberapa variabel yang telah di tambahkan sebagai bentuk penelitian, Dengan tujuan untuk menarik kesimpulan terhadap variabel-variabel yang terkandung pada penelitian tersebut.

Perlu di ketahui bahwasannya terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk menarik kesimpulan atau dasar dalam pengambilan keputusan dari beragam jenis objek yang akan diteliti, Salah satu dari metode tersebut ialah dengan membandingkan nilai dari F Tabel.

Selain itu kamu perlu memahami tingkat Signifikansi terhadap penelitian yang sedang berlangsung saat ini, Tingkat Signifikansi yang seringkali digunakan dalam penelitian yaitu 5% yang berarti memiliki tingkat keyakinan sebesar 95% dan tingkat kesalahan sebesar 5%.

Melihat bahwasannya angka dengan tingkat Signifikansi sebesar 5% seringkali digunakan dalam sebuah penelitian bukan berarti kamu harus melakukan hal yang sama dengan menentukan tingkat nilai Signifikansi serupa sebesar 5%, Jikalau ingin mendapatkan hasil yang lebih akurat kamu bisa menaikkan tingkat Signifikansi menjadi 1% atau justru sebaliknya sebesar 10% hingga 25%.

Seperti yang diketahui bersama bahwasannya dasar dalam menentukan nilai F Tabel terdapat dua indikator yang diperlukan yaitu nilai Numerator dan Denominator, Dalam pembahasan kali ini saya akan mendifinisikan nilai Denominator menjadi A dan nilai Numerator menjadi B.

1. Buka software SPSS yang kini telah terinstall, Lalu beralih ke Variable View.


2. Selanjutnya ikuti sesuai dengan area yang sudah di arahkan oleh tanda panah dibawah, Usai itu kembali ke Data View.


3. Karena dalam menentukan nilai dari F Table diperlukannya sebuah rumus maka kamu cukup membuat Degree Of Freedom sesuai nilai yang sudah didapat berdasarkan rumus dari jumlah sampel yang akan di teliti saat ini.


4. Kemudian pilih Compute Variable.


5. Selanjutnya pada kolom Target Variable isi dengan B_1 untuk mendefinisikannya sebagai Nilai Numerator, Kemudian pada kolom Function Group pilih Inverse DF dan pada kolom Functions And Special Variables pilih Idf.F hingga muncul input IDF.F(?,?,?) pada kolom Numeric Expression.


6. Karena dalam pembahasan kali ini saya akan membuat F Table dengan nilai Signifikansi sebesar 5%, Maka saya perlu mengubah IDF.F(?,?,?) pada kolom Numeric Expression menjadi IDF.F(0.95,1,df_A) dengan maksud (Nilai Signifikansi, Nilai Numerator, Nilai Denominator).


7. Berikut adalah hasil dari F Table yang telah berhasil dibuat.


8. Namun apabila berdasarkan hasil dari rumus mengenai dasar dalam menentukan nilai F Table memerlukan nilai Numerator lebih dari satu anggaplah kita membutuhkan nilai Numerator kedua, Maka kita perlu melakukan hal serupa seperti langkah ke 6.

Pada kolom Target Variable ubah menjadi B_2 untuk mendefinisikannya sebagai nilai Numerator kedua, Disusul dengan mengubah input pada kolom Numeric Expression yang sebelumnya IDF.F(0.95,1,df_A) menjadi IDF.F(0.95,2,df_A) dengan maksud (Nilai Signifikansi, Nilai Numerator, Nilai Denominator).


9. Berikut adalah hasil dari F Table yang telah berhasil dibuat, Dimana dari hasil gambar yang tertera dibawah memiliki perbedaan dari gambar sebelumnya karena memiliki 2 nilai Numerator.


Jika kamu mengalami kendala saat mengikuti instruksi yang sudah di jelaskan diatas, Kamu bisa memberikan pertanyaan pada kolom komentar. Kami akan berupaya membantu untuk mengatasi masalah yang kamu hadapi saat ini.


KOMENTAR

Jika komentar berisi kata - kata negatif maka tidak akan di tampilkan.