Cara Uji Normalitas Shapiro-Wilk Dengan SPSS

09 Maret 2021 - Eko Wahyu Adhi

Hello Audiens. Uji Normalitas merupakan salah satu syarat utama sebelum melakukan pengujian lainnya seperti Uji Sigifikansi atau Uji Hubungan. Dengan ini data berdistribusi Normal menjadi keharusan untuk dapat melanjutkan ke pengujian selanjutnya.

Melihat betapa pentingnya Uji Normalitas yang dikategorikan sebagai salah satu pengujian yang mesti dilakukan sebelum melakukan pengujian lainnya tentu bukan suatu hal yang dapat diabaikan begitu saja, Karena jika data diketahui terindikasi tidak berdistribusi normal maka data tersebut dapat segera di atasi dengan Mentransformasikannya.

Ada beberapa metode yang dapat dilakukan dalam melakukan pengujian normalitas, Selain Kolmogorov-Smirnov ada Shapiro-Wilk sesuai yang akan di angkat pada pembahasan kali ini. Beberapa pakar pun menyatakan bahwa jika jumlah sampel yang dimiliki < 50 maka selayaknya metode yang semestinya digunakan ialah Shapiro-Wilk

1. Berikut adalah data yang sudah saya miliki, Dari table tersebut tercantum data mengenai nilai hasil belajar siswa/siswi Kelas A dan Kelas B.


2. Buka softwae SPSS yang kini telah terinstall, Selanjutnya beralih ke Variable View.


3. Kemudian ikuti sesuai petunjuk yang sudah di arahkan oleh tanda panah dibawah, Lalu beralih ke Data View.


4. Berikutnya salin seluruh data yang sudah dimiliki sebelumnya pada kolom Data View disusul dengan beralih ke tab Analyze.


5. Pilih Desciptive Statistics lalu Explore.


6. Dilangkah ini kita perlu memindahkan seluruh variable yang dimiliki ke kolom Dependent List.


7. Setelah variabel berhasil dipindahkan ke kolom Dependent List, Pilih Plots.


8. Beri centang pada Normality Plots With Tests lalu klik Continue dan Ok, Untuk melihat hasil dari pengujian Normalitas.


9. Kemudian SPSS akan membuat sebuah tab baru yang menampilkan seluruh hasil dari pengujian yang baru saja di jalankan, Namun fokuslah pada table seperti yang tertera pada gambar dibawah.


DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Berikut langkah-langkah yang perlu di perhatikan dalam pengambilan keputusan usai mendapatkan nilai signifikansi.

Jika Signifikansi > 0,05 maka data tersebut berdistribusi normal.
Jika Signifikansi < 0,05 maka data tersebut dinyatakan berdistribusi tidak normal.

Berdasarkan hasil output dari pengujian diatas diketahui bahwa nilai Sig dari Kelas A sebesar 0.205 dan untuk Kelas B sebesar 0.059, Sehingga dapat diasumsikan bahwa Kelas A dan Kelas B berdistribusi normal karena > 0,05.

Jika kamu mengalami kendala saat mengikuti instruksi yang sudah di jelaskan diatas, Kamu bisa memberikan pertanyaan pada kolom komentar. Kami akan berupaya membantu untuk mengatasi masalah yang kamu hadapi saat ini.


KOMENTAR

Jika komentar berisi kata - kata negatif maka tidak akan di tampilkan.