ROA (Return On Assets): Pengertian, Rumus Serta Cara Menghitungnya

28 September 2021 - Eko Wahyu Adhi

Hello Audiens. Saham merupakan salah satu instrument investasi yang tumbuh dengan sangat signifikan, dasar dibalik pesatnya pertumbuhan jumlah investor yang memilih untuk mengalokasikan asetnya ke saham adalah kemampuannya dalam menghasilnya return yang tinggi.

Namun, tingginya jumlah return yang mampu di berikan oleh saham juga selaras dengan resiko yang perlu di tanggung. Oleh karena itu, ada berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam menggali kinerja perusahaan yang sudah dituju.

Penilaian terhadap laporan keuangan yang disajikan dalam keterbukaan informasi dapat menjadi salah satu pertimbangan tentang layak atau tidaknya suatu perusahaan untuk diinvestasikan, hal ini dilakukan guna meminimalisir potensi kerugian yang disebabkan oleh buruknya kinerja suatu perusahaan.

Return On Assets atau yang biasa dikenal sebagai ROA merupakan sebuah rasio profitabilitas dari laporan keuangan yang mengukur tentang seberapa besar kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan beragam aset yang di miliki dan mengkonversikannya menjadi pendapatan.

Sedangkan menurut Sawir, Return On Assets adalah suatu rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan manajemen perusahaan dalam mendapatkan laba secara menyeluruh. Semakin besar nilai ROA pada suatu perusahaan, maka akan semakin besar pula tingkat keuntungan yang mampu diraih oleh perusahaan dan semakin baik pula posisi perusahaan tersebut dalam hal pemanfaatan asetnya.

Semakin besar nilai roa yang mampu di hasilkan sebuah perusahaan yang di gambarkan dalam bentuk persentase, mengindikasikan jika perusahaan tersebut mampu mengelola beragam aset yang dimiliki saat ini dengan lebih efisien.

Sebelum memulai berinvestasi pada sebuah perusahaan, roa dapat dijadikan sebagai tolak ukur dengan membandingkan kinerja manajemen pada perusahaan sejenis dalam hal memaksimalkan aset yang dimiliki. Dengan ini, investor dapat mengetahui seberapa baik kinerja manajemen melalui rasio profitabilitas dari roa kedua perusahaan tersebut.

Rumus ROA

ROA (Return On Assets) = Laba bersih setelah pajak / Total aset x 100%.

Contoh Perhitungan

Diketahui terdapat dua perusahaan yang memiliki model bisnis serupa, yaitu : perusahaan C dengan nilai aset secara keseluruhan kiranya Rp200 juta dan laba bersih sekitar Rp30 juta. Sedangkan perusahaan D memiliki aset kurang lebih Rp150 juta dengan laba bersih sekitar Rp25 juta.

ROA (Return On Assets) = Laba bersih setelah pajak / ekuitas x 100%.
ROA Perusahaan C: (30.000.000 : 200.000.000) x 100 = 15%
ROA Perusahaan D: (25.000.000 : 150.000.000) x 100 = 16,66%

Hasil perhitungan mengenai Return On Asset dari kedua perusahaan tersebut, dapat disimpulkan kinerja manajemen perusahaan D sedikit lebih unggul dalam memaksimalkan aset-aset yang dimilkinya.

Meskipun perusahaan D memiliki total aset dibawah perusahaan C, manajemen perusahaan D mampu menjalankan aktivitas bisnisnya lebih efisien dan membuat beragam aset yang dimiliki bekerja lebih produktif untuk mengkonversikannya menjadi laba perusahaan.


KOMENTAR

Jika komentar berisi kata - kata negatif maka tidak akan di tampilkan.