FULL! Cara Install Kali Linux Di Virtual Box Windows

14 Oktober 2020 - Eko Wahyu Adhi

Hello Audiens. Virtual Box merupakan sebuah software ataupun perangkat lunak yang dikembangkan untuk dapat menjalankan sistem operasi lain pada sistem operasi utama pada komputer saat ini.

Hadirnya Virtual Box dapat mempermudah pengguna yang ingin mengetahui ataupun sedang melakukan uji coba terhadap sistem operasi lain yang mungkin akan digunakan nanti.

Semisal sistem operasi yang digunakan saat ini adalah Windows dan pengguna ingin mencoba untuk berpindah ke sistem operasi lain anggaplah Linux cara ini dapat digunakan guna mempermudah dalam melakukan simulasi pada sistem operasi yang akan di gunakan.

1. Buka browser yang kamu gunakan saat ini, Lalu pada kolom pencarian ketikkan Kali Linux Download.


2. Selanjutnya pilih Website yang sudah di arahkan oleh tanda panah dibawah.


3. Berikutnya klik Kali Linux 64-Bit, Untuk kamu pengguna 32-Bit silahkan scroll kebawah lalu pilih Kali Linux 32-Bit. Selain bisa mengunduhnya secara langsung kamu juga dapat mengunduhnya menggunakan Torrent


4. Usai file ISO Kali Linux berhasil di unduh, Buka software Virtual Box lalu klik New.


5. Pada kolom Name isikan Kali Linux, Bertujuan agar Virtual Box mengenali bahwa sistem operasi yang akan di jalankan adalah Linux.


6. Selanjutnya sesuaikan Ram yang akan digunakan untuk menjalankan sistem operasi Linux, Disini saya memiliki kapasitas ram sebesar 8Gb dan saya memilih untuk membagi 2 yang berarti Linux yang akan di install berjalan dengan ram 4Gb.


7. Selanjutnya pilih Create A Virtual Hardisk Now, Lalu klik Create.


8. Berikutnya pilih VDI (VirtualBox Disk Image).


9. Langkah berikutnya pilih Dynamically Allocated.


10. Dilangkah ini kamu diminta untuk memberikan kapasitas hardisk yang akan di terapkan pada sistem operasi linux, Dengan ini kamu perlu mengetahui kebutuhan yang akan di jalankan menggunakan sistem operasi ini. Jika kebutuhan tersebut memerlukan kapasitas yang cukup besar kamu bisa memberikan angka 64 hingga diatasnya. Klik Create.


11. Setelah profil berhasil dibuat, Klik Setting perhatikan pada gambar dibawah.


12. Pada tab menu pilih System lalu pilih Processor. Disini kamu perlu menyesuaikan besarnya processor yang akan digunakan, Namun pada umumnya angka 1-3 yang seringkali digunakan.


13. Selanjutnya pergi ke tab menu Storage, Klik Empty lalu pilih Choose/Create A Virtual Optical Disk.


14. Klik Add lalu cari lokasi dimana file ISO Kali Linux di tempatkan, Usai file berhasil di tambahkan klik Choose.


15. Terakhir, Pilih tab menu Network. Pada kolom dropdown Attached To pilih Bridged Adapter dan pada menu dropdown Prosmicuous Mode pilih Allow All lalu klik OK.


16. Selanjutnya klik Start.


17. Masuk ke tahap instalasi, Pada mode bios pilih Graphical Install.


18. Kemudian tunggu hingga masuk ke proses selanjutnya.


19. Ditahap ini kamu diminta untuk memilih bahasa yang akan di gunakan dalam sistem operasi linux, Disini saya memilih untuk menggunakan bahasa Indonesia.


20. Selanjutnya kamu diminta untuk menentukan lokasi saat ini, Disini saya memilih untuk menggunakan lokasi Indonesia.


21. Usai menetapkan lokasi dan bahasa yang akan digunakan, Kini kamu diminta untuk menentukan bahasa Keyboard yang akan digunakan. Disini saya memilih untuk menggunakan Inggris Amerika.


22. Pada tahap ini pastikan perangkat sudah terhubung dengan internet selanjutnya kamu diminta untuk memberikan identitas terhadap sebuah jaringan, Secara defaul Kali yang digunakan untuk memberikan identitas terhadap jaringan tersebut. Namun disini saya memilih untuk mengubahnya dan kamu bisa melakukan hal yang sama.


23. Di langkah ini saya memilih untuk mengabaikannya, Kamu juga bisa melakukan hal serupa.


24. Dalam langkah ini kamu perlu memberikan nama yang nantinya akan menjadi identitas dari sistem operasi yang akan diinstall.


25. Disini kamu diminta untuk membuat nama user yang akan digunakan untuk login sebelum menggunakan Linux, Kamu bisa menentukan nama yang akan digunakan selanjutnya klik Lanjutkan.


26. Diketahui jika sebelumnya diminta untuk memberikan identitas untuk membuat akun yang akan di gunakan untuk login sebelum dapat mengakses dekstop, Kini kamu diminta untuk memberikan password untuk akun tersebut.


27. Kini kamu perlu menyesuaikan Zona Waktu yang akan digunakan oleh Linux, Disini saya memilih Zona Waktu WIB.


28. Masuk ke tahap partisi hardisk, Pilih Terpandu - Gunakan Seluruh Hardisk.


29. Berikutnya klik Lanjutkan.


30. Di langkah ini pilih Semua berkas di satu partisi (Disarankan Untuk Pemula).


31. Pilih Selesai mempartisi dan tulis perubahan-perubahannya ke hardisk.


32. Dilangkah terakhir proses partisi hardisk pilih Ya, Lalu klik Lanjutkan.


33. Kemudian tunggu hingga dapat melanjutkan ke proses berikutnya.


34. Disini kamu bisa menyesuaikan perangkat lunak apa saja yang mungkin dibutuhkan. Semakin banyak centang yang diberikan pada kolom checkbox yang disediakan maka proses instalasi perangkat lunak akan memakan waktu sedikit lebih lama.


35. Tunggu hingga proses penyiapan perangkat lunak selesai.


36. Pilih Ya, selanjutnya klik Lanjutkan.


37. Klik pada bagian yang sudah di arahkan oleh tanda panah dibawah.


38. Klik Selesai, Menandakan bahwa proses instalasi telah berjalan dengan baik. Kemudian tunggu hingga Linux yang berhasil di install telah selesai Booting.


39. Disini kamu diminta untuk login sebelum dapat melanjutkan mengoperasikan Linux, Pastikan untuk mengingat user id serta password yang sebelumnya telah dibuat.


40. Berikut adalah tampilan sistem operasi Kali Linux yang telah berhasil di install.


Kamu dapat memanfaatkan kolom komentar jika menemui kendala saat mengikuti langkah-langkah diatas, Kami akan senantiasa membantu untuk menyelesaikan masalah yang kamu hadapi saat ini.


KOMENTAR

Jika komentar berisi kata - kata negatif maka tidak akan di tampilkan.